Safe and SecureUpdate News

X-BAT, Jet Tempur Pertama yang Dipiloti AI, Apakah Profesi Pilot Juga Akan Digantikan Kecerdasan Buatan?

Perusahaan teknologi pertahanan Amerika, Shield AI, memperkenalkan X-BAT, jet tempur pertama di dunia yang sepenuhnya dikendalikan kecerdasan buatan (AI)

Langkah besar baru dicatat dalam sejarah penerbangan militer dunia. Shield AI, perusahaan teknologi pertahanan asal San Diego, Amerika Serikat, resmi memperkenalkan X-BAT, jet tempur otonom dengan kemampuan vertical take-off and landing (VTOL) yang dipiloti sistem kecerdasan buatan bernama Hivemind.

Dilansir dari Defense News dan situs resmi Shield AI, pesawat ini dirancang agar mampu beroperasi tanpa landasan pacu konvensional. X-BAT dapat lepas landas dari dek kapal atau area terbatas seperti pulau terpencil. Dengan jangkauan lebih dari 2.000 mil laut, X-BAT juga bisa menjalankan misi secara mandiri tanpa campur tangan manusia.

Pendiri sekaligus CEO Shield AI, Ryan Tseng, menjelaskan bahwa tujuan utama proyek ini adalah menghadirkan jet tempur otonom yang dapat menjadi wingman digital bagi pilot manusia di masa depan.
“X-BAT menunjukkan bahwa teknologi AI sudah mencapai titik di mana pesawat bisa berpikir, bereaksi, dan mengambil keputusan secara mandiri di medan tempur,” ujarnya dalam pernyataan resmi perusahaan.

Namun, kemunculan jet tempur yang dikendalikan AI ini memunculkan pertanyaan besar: apakah profesi pilot akan tergantikan sepenuhnya oleh mesin?

Menurut pengamat penerbangan dan teknologi dirgantara, Dr. Ilham Akbar Habibie, manusia tetap memegang peran utama dalam penerbangan, terutama dalam pengambilan keputusan strategis.
“AI memang mampu mengolah data secara cepat dan akurat, tapi faktor etika, moral, dan intuisi manusia masih menjadi kunci dalam situasi genting,” ujarnya saat dihubungi, Senin (27/10/2025).

Read More  Bawang Merah Lindungi Panel Surya, Inovasi Hijau dari Dapur ke Energi

Dr. Ilham menambahkan, di sektor penerbangan sipil, adopsi AI masih akan berjalan bertahap. “AI akan membantu dalam navigasi, sistem autopilot, dan analisis cuaca, tetapi menggantikan pilot sepenuhnya masih membutuhkan waktu panjang, termasuk dari sisi regulasi,” jelasnya.

Lembaga seperti Federal Aviation Administration (FAA) dan NATO Air Command kini tengah menyiapkan standar keamanan baru untuk pesawat otonom. Fokusnya meliputi sistem kontrol darurat manual, audit algoritma AI, serta verifikasi keselamatan untuk mencegah kesalahan keputusan otomatis di udara.

Dengan kemunculan X-BAT, era penerbangan masa depan mulai terbentuk—di mana kecerdasan buatan bukan lagi sekadar asisten, melainkan co-pilot digital yang siap menemani manusia di langit.

Back to top button